<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
<channel>
	<link>http://tabulas.com/~salsabeela/</link>
	<title>Ollie's Blog</title>
	<description>Ollie's Blog about personal life, entertainment, photography, books, marketing, selling, and all fun things in this world</description>
	<language>en</language>
	<lastBuildDate>Sun, 04 Nov 2007 13:25:52 +0000</lastBuildDate>
	<item>
		<title>Ollie's Blog Pindahan ke Salsabeela.com</title>
		<description><![CDATA[<p>Mau nostalgia dulu. Pertama kali saya ngeblog itu pada tahun 2003. Saat itu di sebuah warnet di kota Depok, saya baca entry-nya salah satu blogger yang oke dan inspiring banget. Jiwa ingin tau saya membuat saya bertanya-tanya. Jenis website yang isinya curhat-curhatan orang dan dengan layout yang bagus ini sebenernya namanya apa. Oh, itu namanya <strong>Blog</strong> ternyata.</p><p>Sambil terbingung-bingung melihat blog orang yang tampilannya bagus-bagus, <strong>saya secara  inosen mencoba membuat engine blog sendiri</strong>. Sayangnya waktu itu saya upload ke sebuah hosting gratisan dan sekarang file saya sudah di-delete. <a target="_blank" title="Irman Fauzi" href="http://www.flickr.com/photos/xufos/">Irman Fauzi</a>, tau pasti soal hal ini.</p><p>Setelah itu, saya mulai cari 'sarana' lain untuk ngeblog. Kebetulan, <strong>saya suka foto-foto pake hape N3650 saya yang berkamera</strong>. Jadilah saya mendaftar di <a target="_blank" title="Ollie's on Textamerica" href="http://salsabeela.textamerica.com">TextAmerica</a>. Foto itu saya upload dengan keterangan yang menerangkan tentang foto itu dikaitkan dengan hari-hari saya selama kuliah. Lucu juga kalo diliat lagi :D</p><p>Setelah merasa TextAmerica kurang dapat menampung kecerewetan saya, akhirnya saya pindah ke <a target="_blank" title="Ollie's on Tabulas" href="http://salsabeela.tabulas.com">Tabulas</a>. <strong>Kurang jelas kenapa saya memilih Tabulas.</strong> :D Yang jelas, Tabulas telah menemani perjalanan hidup saya selama kurang lebih 2,5 tahun di dunia perblogan. Semua archive hidup saya ada di situ.</p><p>Dan sekarang setelah saya rasa Tabulas tidak dapat lagi mengakomodasi kebutuhan saya, saya pun loncat kembali. Mudah-mudahan ini yang terakhir kalinya, karena menggunakan domain dan hosting yang modal sendiri (tidak gratisan lagi).</p><p>Tetap tidak ada topik khusus untuk blog baru ini, hanya membicarakan hal-hal yang saya senangi seputar <strong>bisnis, menulis, internet, web, design, photography, marketing, motivasi, cinta, reviews, tips,</strong> dan tentu saja... my <strong>personal stuffs</strong> :) It's all for you. FREE of CHARGE :D</p> <h2>Yuk... ganti bookmark Anda semua... Ollie's Blog: <strong><a title="Ollie's Blog" href="http://www.salsabeela.com">http://www.salsabeela.com</a></strong> dan jangan lupa <a href="http://www.salsabeela.com/?feed=rss2">langganan</a> :D</h2> ]]></description>
		<link>http://tabulas.com/~salsabeela/1494203.html</link>
		<guid isPermaLink="true">http://tabulas.com/~salsabeela/1494203.html</guid>
		<pubDate>Sun, 04 Nov 2007 13:25:52 +0000</pubDate>
	</item>
	<item>
		<title>Frugal Lifestyle</title>
		<description><![CDATA[<span class="insertedphoto"><img border="0" class="alignmiddle" src="http://img120.imageshack.us/img120/6058/bstn101l367c2efa8.jpg" /><br /></span>Kalo gue lihat-lihat di website, sebenernya <span style="font-weight: bold">Frugal Lifestyle</span> itu adalah salah satu contoh bentuk hidup sederhana dan tidak berlebihan. Artinya, kalo baju masih ada di lemari, ya dipake. Kalo dah membosankan ya dirombak (ditambahin ini itu). Bagaimana menggunakan setiap benda secara maksimal. Bagaimana mengirit :D Ya kira-kira itulah Frugal Lifestyle. <br /><br />Sebagai entrepreneur, ada hal yang gue nggak sadar sewaktu gue masih menjadi karyawan. Bahwa setiap tetes uang yang keluar, itu adalah hasil usaha keras yang luar biasa. That's why sekarang gue jauh lebih merhatiin uang pribadi gue yang keluar. <br /><br />Beberapa <span style="font-weight: bold">cara untuk mengaplikasikan Frugal Lifestyle</span>:<br /><ul><li><span style="font-weight: bold">Membeli baju di tempat yang lebih murah dengan kualitas yang sama hebat dengan baju-baju di SOGO</span>. Tempat paling tepat buat nyari baju macam gini adalah di Factory Outlet. Di Jakarta my favorite would be Factory Outlet Premium di Mal Ambassador Lantai 1 No. 19A. Sebaiknya ke sana di saat jam-jam yang tidak populer, seperti hari senin jam 3 siang. Apa? Kerja? Ya... well... :D</li><li><span style="font-weight: bold">Sebelum membeli barang baru, tanyakan pada teman-teman apakah ada yang tidak membutuhkan barang lamanya.</span> Angel menyimpan scanner dan printernya di rumah dan tidak pernah menggunakannya sehingga kedua barang itu bisa dialokasikan untuk kepentingan <a href="http://www.kutukutubuku.com/">kutukutubuku.com</a>. Begitu juga dengan handphone Nokia yang tidak pernah gue gunakan (karena dah cinta Sony Ericsson), bisa digunakan untuk hotline. Frugal kan? :D</li><li><span style="font-weight: bold">Kurangi makan di luar.</span> Sekali makan di luar untuk gue dan <a href="http://unwingedgx.multiply.com/">unwinged</a> (just a simple dinner, bukan occasion dinner) bisa keluar duit hingga Rp 100.000. Which kalo dilakukan setiap hari or minimal 3 kali dalam seminggu, maka budget makan di luar menjadi Rp 1.200.000 per bulan. Ini bisa digunakan untuk mencicil rumah atau mobil, right? :D <a href="http://www.bargainist.com/deals/2007/07/ideas-for-saving-money-on-eating-out/">Lihat website ini untuk ide-ide makan di luar yang hemat</a></li><li><span style="font-weight: bold">Bawa makan siang dari rumah.</span> Ini ide dasar banget yang sudah ditanamkan dari SD haha. Gue sudah mulai bosan dengan makanan sekitar kantor yang itu-itu saja dan harganya nggak reasonable dengan rasanya. Maka dari itu gue dibekalin tiap hari sama nyokap satu tupperware berisi makan siang kumplit. Lumayan, perut dan kantong kenyang :D</li><li><span style="font-weight: bold">Hindari pergi ke hypermarket jika nggak perlu-perlu banget. </span>Beli lah sesuatu di warung terdekat dari rumah Anda. Ini untuk menghindarkan Anda membeli barang-barang yang tidak Anda perlukan. Percayalah. Anda akan terhindar dari stress di jalan, uang parkir, tempat makan baru yang menggoda, hingga DVD bajakan yang ada di sekitar hypermarket :D<br /></li><li>Harus keluar setiap <span style="font-weight: bold">weekend dengan anak Anda</span>? Jangan khawatir. Silahkan lihat website ini untuk <a href="http://zenhabits.net/2007/02/100-ways-to-have-fun-with-your-kids-for/">ide-ide bermain bersama Anak for less</a>.</li><li>I know... I know... banyak occasion (ulang tahun, graduation, anniversary) yang butuh kado. Untuk <span style="font-weight: bold">kado sebenernya tidak perlu membeli yang mahal</span>. Buat kado yang personalize. Contohnya, foto kita bersama orang yang berulang tahun (kalo bisa foto yang ancur abis gayany), trus dikasi frame dan note personal. <a href="http://www.betterbudgeting.com/articles/money/63giftsunder10dollars.htm">Here's a few other gift inspiration</a>.</li><li>Buat yang merokok... <span style="font-weight: bold">berhentilah merokok</span>. Jika satu hari menghabiskan minimal satu pak, budget rokok untuk satu bulan bisa sekitar Rp 300.000. Lumayan kan? <a href="http://zenhabits.net/2007/01/10-tips-for-quitting-smoking/">Kesinilah untuk mempelajari cara berhenti merokok</a>.</li><li>Kadang kita kebingungan <span style="font-weight: bold">baru tanggal 15 uang sudah hampir habis</span>. Ada apa ini? Kemana semua uang gue? Di website berikut ada beberapa <a href="http://www.frugallawstudent.com/2007/05/29/massive-personal-finance-resource-list/">source untuk pengaturan keuangan pribadi</a>. Nice one. <br /></li><li>Terakhir yang sangat sulit gue aplikasikan, <span style="font-weight: bold">naiklah kendaraan umum</span>. (You know, like angkot, busway, bis, dll) instead of taksi atau kendaraan pribadi. Banyak banget yang bisa kita save dari sini. <br /> </li></ul>Sebenernya being Frugal itu bisa dari banyak aspek, kebetulan gue membahasnya di kisaran tentang uang aja. Padahal bisa juga dengan menjaga efisiensi waktu, dan banyak lagi yang ditulis dalam <a href="http://frugalist.instantcreditcard.com/2007/the-frugality-cheat-sheet-147-tiny-tips-to-live-healthier-happier-greener-and-better/">Frugal Cheat Sheet</a> ini. Tujuannya? Untuk menciptakan <span style="font-weight: bold">happier life</span> :) Bukankah itu yang semua orang inginkan?<br /> <br /> <span style="font-weight: bold">Intermezzo</span><br /><br /><span style="font-weight: bold">Gue: </span>Cha, kita harus mengaplikasikan Frugal Lifestyle dengan cara naik 604 instead of taksi, ke tempat meeting. Trus jalan dikit kan gak masalah.<br /><span style="font-weight: bold">Angel: </span>Oke. <br /><br />Di dalam bis Angel sibuk menutupi menutupi hidungnya karena banyak asap. Tak lama kemudian kita turun di pinggir jalan dan mulai jalan masuk menuju tempat meeting di Gedung Cyber. Pulangnya...<br /><br /><span style="font-weight: bold">Gue :</span> Cha kita naik 604 lagi kan? Tapi kita kudu jalan lagi ke depan and jalan dikit ke tempat jembatan trus nyebrang jembatan penyebrangan.<br /><span style="font-weight: bold">Angel :</span> Oke.<br /><br />Baru jalan sebentar dari gedung...<br /><br /><span style="font-weight: bold">Angel:</span> Laper apa makan dulu ya?<br /><span style="font-weight: bold">Gue:</span> Yuk makan sate kambing <br /><span style="font-weight: bold"><br />Frugal Eat Out, failed. <br /></span><br />Setelah makan selesai, dilanjutkan dengan jalan ke depan. Sampai di depan gedung Telkomsel. <br /><br /><span style="font-weight: bold">Gue:</span> Yuk Cha kita jalan ke jembatan penyebrangan di depan Jamsostek.<br /><br />Angel memandang ke kejauhan dimana jembatan penyebrangan terlihat jauh, panjang, dan tak bertepi. <br /><br /><span style="font-weight: bold">Angel:</span> HAH. Jembatan penyebrangan yang ITU? <br /><span style="font-weight: bold">Gue: </span>Iya. Yang mana lagi?<br /><span style="font-weight: bold">Angel:</span> Hmmm... naik taksi aja deh. <br /><span style="font-weight: bold"><br />Frugal Transportation, failed. <br /></span><br />Demikianlah cerita kegagalan mengaplikasikan frugal lifestyle. Good luck for y'all :D<br />   ]]></description>
		<link>http://tabulas.com/~salsabeela/1493690.html</link>
		<guid isPermaLink="true">http://tabulas.com/~salsabeela/1493690.html</guid>
		<pubDate>Fri, 02 Nov 2007 23:46:45 +0000</pubDate>
	</item>
	<item>
		<title>Pesta Blogger 2007</title>
		<description><![CDATA[<span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto" /><img border="0" class="alignmiddle" src="http://farm3.static.flickr.com/2285/1776362491_e717dc347d.jpg" /><br /></span>Gue nyaris nggak dateng ke Pesta Blogger 2007 karena kirain dah &lsquo;settle&rsquo; pas mendaftar di blognya Pak Nukman, tau-tau kok masi nggak jelas :p Untung beberapa hari menjelang hari H, ada undangan untuk gue dan Angel. Berarti masih rejeki gue untuk dateng. <br /> <br /> Pagi-pagi gue melayangkan <a href="http://www.twitter.com/salsabeela">twitter</a>, &ldquo;Berangkat ke pb2007, hoping my guy bs masuk&rdquo;, yang segera dibalas oleh <a href="http://www.witoelar.com/satya/">Satya</a>. Buruan katanya biar bisa nyelipin. Well, meski <a href="http://unwingedgx.multiply.com/">unwinged</a> sudah reserved, sebenernya gue cuma sedikit was-was dengan kuota yang katanya tinggal 65 seat or sumthing. Jadilah gue meluncur jam 9 pagi dan sampai dengan sukses jam setengah 10 di Blitz Megaplex. Dah kayak panitia hehe. <br /> <br /> Situasi masih sepi, unwinged of course bisa masuk. Abis daftar, dapet Goodie bag yang isinya oke banget! <br /> <br /> Gue ketemu Mbak Ficky dari Femina dan interview selama sekitar setengah jam, membicarakan tentang marketing online. Tak lama <a href="http://b4nch4.vox.com/">Angel</a> datang dan kita bareng-bareng masuk ke venue. <br /> <br /> Ternyata <a href="http://www.perspektif.net/">Pak Wimar</a> sudah datang, salaman sama beliau.<span style="font-weight: bold"> &ldquo;Oh&hellip; Kutukutubuku&hellip; sangat terkenal!&rdquo;</span> Katanya. Hihi. Makasih, Pak! :D<br /> <br /> <span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><img border="0" class="alignmiddle" src="http://farm3.static.flickr.com/2342/1777332438_8ca3919216.jpg" /></span></span></span></span><br /> Acara ngaret setengah jam, sebelum akhirnya dimulai. Kita berbondong-bondong masuk ke dalam &lsquo;bioskop&rsquo;. Di depan sudah tertata rapi kursi dan meja a la talkshow di tv. Di belakangnya ada layar lebarnya bioskop sehingga kita yang di belakang sana bisa ngeliat dengan jelas. Pesertanya yang hampir 500 orang ini membuat suasana sangat ramai, tapi tetap nyaman. Pemilihan tempat yang pas.<br /> <br /> Acara dimulai dengan sambutan dari <a href="http://enda.goblogmedia.com/">Enda Nasution</a> sang ketua panitia. Ada yang teriak &ldquo;Kayak Suharto aja&rdquo;, soalnya beliau baca teks pidato hehehe dasar. Trus habis itu ada sambutan dari Pak Menteri, Muhammad Nuh, yang <span style="font-weight: bold">mencanangkan tanggal 27 Oktober sebagai HARI BLOGGER NASIONAL</span>. Wow&hellip; isn&rsquo;t it cool? We can ask for national holiday also for this :D Setelah itu langsung deh ngobrol-ngobrol di talkshow dengan Wimar Witoelar sebagai moderator dan pembicara lain seperti Enda Nasution, <a href="http://www.thegadgetnet.com/">Budi Putra</a>, <a href="http://www.adriantogani.com/">Adrianto Gani</a> dan Pak Muhammad Nuh. <br /> <br /> Salah satu bahasannya adalah tentang tema Pesta Blogger 2007, <span style="font-weight: bold">Suara Baru Indonesia</span>. Kalau 10 tahun yang lalu kita hanya mengenal media cetak dan televise sebagai jalur informasi satu arah, saat ini kita mendapatkan &lsquo;suara&rsquo; lain yang lebih lugas dan lebih jujur serta dua arah yaitu Blog. Perkembangannya yang pesat ini lah yang harus dirayakan. <br /> <br /> Namun jumlah blogger yang &lsquo;cuma&rsquo; 130.000 orang dari 230 juta penduduk Indonesia dirasa masih kurang. Ada ide untuk &lsquo;memblogkan&rsquo; guru (yang jumlahnya sekitar 2 juta orang), agar bisa mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas. Great idea. I believe sudah ada yang memulai (pernah lihat situsnya). Semoga infrastruktur dan perangkat yang menunjang hal ini bisa dibantu oleh pemerintah agar bisa terealisasi. <br /> <br /> <span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><img border="0" class="alignmiddle" src="http://farm3.static.flickr.com/2263/1776427209_6a9382790a.jpg" /></span></span></span><br /> Pada saat talkshow beberapa kali Pak Wimar mengajak bicara audience. Ada Io, peserta muda yang baru saja terpilih jadi ketua OSIS, congrats. Ada juga blogger yang jauh-jauh dari Poso, yang katanya kehabisan duit pulang hehe. Ada <a href="http://maylaffayza.blogspot.com/">Maylaffayza</a>, sering mengundang banyak &lsquo;kegaduhan&rsquo; karena kecantikan dan&hellip; bajunya yang berbelahan rendah hehe. Ada <a href="http://nilatanzil.blogspot.com/">Nila Tanzil</a> yang dulu bikin heboh Malaysia karena tulisannya yang apa adanya di blognya sendiri. Ada juga <a href="http://www.virtual.co.id/blog">Pak Nukman</a> yang ngomongin soal dapet duit dari blog and menyinggung nama <a href="http://www.kutukutubuku.com/">kutukutubuku.com</a> juga yang diawali dari foundernya yang ngeblog dan tiba-tiba punya ide berbisnis online :D Thanks Pak Nukman for mentioning us! <br /> <br /> Kemudian kita break makan siang. Sop buntut gorengnya enak, ikannya enak, sayurnya enak&hellip; dan Angel bilang, &ldquo;It&rsquo;s because you&rsquo;re hungry.&rdquo; :D <br /> <br /> Habis makan, sempet nyobain laptop dan internet di HP Experience. Asik bisa twittering, check email, baca-baca, sebelum ikut group discussion &lsquo;Internet Marketing and Sales&rsquo;. <br /> <br /> <span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><img border="0" class="alignmiddle" src="http://farm3.static.flickr.com/2298/1776454273_ce6cf39a01.jpg" /></span></span><br /> Group discussion ini pembicaranya adalah Pak Nukman Luthfie dan <a href="http://www.avianto.com/">Boy Avianto</a>. Pertama-tama Pak Nukman ngenalin dulu orang-orang yang well-known di bidang Internet Marketing ini. Blah, I&rsquo;m bad at remembering people, but diantaranya ada <a href="http://www.babarafi.com/">babarafi.com</a>, komunitas tangan di atas (TDA), <a href="http://www.tokohelm.com/">tokohelm.com</a>, dan tentu saja kutukutubuku.com juga :D <br /> <br /> <span style="font-weight: bold">Di group discussion Internet Marketing, membahas antara lain:</span> <ul><li>Bagaimana mengundang orang masuk ke website:</li><ul><li>SEO</li></ul><ul><li>Refferal</li></ul><li>Bagaimana membuat orang yang sudah masuk ke website menjadi belanja</li><ul><li>Navigasi</li></ul><ul><li>Response Time</li></ul><ul><li>Familiarity &ndash; adanya persamaan persepsi online dan offline image</li></ul><ul><li>Accurate Information</li></ul><li>Pastikan customer banyak menghabiskan waktu di website Anda</li><li>Membuat customer datang kembali dan bertransaksi</li><li>Setelah beberapa waktu, sudah bisa dipelajari customer behavior dari statistic</li><li>Internet marketing adalah siklus yang terus menerus. Jangan sampai terputus. Kita harus mencoba macam-macam strategi dan harus dinamis. Karena internet marketing tidak hanya sekedar website, tapi adalah product development.</li><li>Di dalam website, penting untuk menjaga content tetap update. Bisa develop content sebagai blog atau artikel yang bisa membuat sebuah keyword nyangkut di search engine. </li><li>Service adalah hal yang paling penting dalam berbisnis. </li><li>Menjadi blogger harus sombong dan narsis agar bisa menjual diri </li></ul> Habis group discussion selesai, masuk lagi ke bioskop untuk menyampaikan kesimpulan masing-masing group discussion. Selain internet marketing, ada group discussion tentang current event, woman issue, celebrity, personal, bridge blogging, dll. Masing-masing perwarkilan menyampaikan kesimpulannya.<br /> <br /> Terus ada pengumuman pemenang best blog. Nggak tertarik membahasnya karena iri dengan hadiah yang didapet para blogger tersebut :D Ada doorprize juga tapi lebih nggak tertarik lagi membahasnya karena gue nggak dapet :P<br /> <br /> Acarapun berakhir pada jam 15.30. Sempat foto-foto dulu bersama Pak Nukman, dll.<br /> <br /> <span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><img border="0" class="alignmiddle" src="http://farm3.static.flickr.com/2115/1776489649_62221fc4ae.jpg" /></span></span><br /> Akhir kata, selamat buat Panitia. Acaranya oke dan sukses berat. <span style="font-weight: bold">See you again @ Pesta Blogger 2008</span>! <br /> <br /> Ps: Ketemu banyak sekali teman-teman blogger yang selama ini hanya bisa baca blognya aja. Tidak bisa disebutin satu-satu, but I truly happy to meet all of you there. <br /> <br /> Pss: <a href="http://www.flickr.com/photos/salsabeela/sets/72157602740229580/">More pictures at my Flickr</a>. <br /> </span>]]></description>
		<link>http://tabulas.com/~salsabeela/1491719.html</link>
		<guid isPermaLink="true">http://tabulas.com/~salsabeela/1491719.html</guid>
		<pubDate>Sun, 28 Oct 2007 02:54:48 +0000</pubDate>
	</item>
	<item>
		<title>Inspirasi: kisah John Wood pendiri Room to Read</title>
		<description><![CDATA[<span class="insertedphoto" /><span class="insertedphoto">Saya merasa sangat tidak enak badan hari ini sehingga memutuskan untuk tetap di rumah alih-alih berangkat ke kantor. Saya tahu ini karena saya sangat tidak bertanggung jawab terhadap tubuh saya dan tidak terorganisasi dalam hal waktu. Saya begitu antusias dengan semua yang saya kerjakan menyangkut <a href="http://www.kutukutubuku.com/">toko buku online tercinta</a>, sehingga sering melupakan waktu. Saya akan menyeret tubuh saya hingga batas yang akhirnya tak sanggup ditangani lagi. Saya ambruk, itu sudah jelas.<br /> <br /> Maka seperti kata teman saya kemarin, <span style="font-weight: bold">beristirahat dan asahlah kapakmu</span>. Karena tak peduli berapa malam kamu habiskan untuk &lsquo;menebang pohon&rsquo;, pohon yang kamu hasilkan tidak akan pernah sesuai dengan harapanmu, malah akan terus berkurang hasilnya. Itu karena kapakmu yang terus menumpul. Istirahat dan asahlah kapakmu.<br /> <br /> </span><div align="center"><span class="insertedphoto"><img border="0" class="alignleft" src="http://www.kutukutubuku.com/images/biografi/leavemicrosoft.jpg" /></span><span class="insertedphoto" /><br /><span class="insertedphoto" /></div><span class="insertedphoto"><br />Jadi hari ini saya pun mengasah kapak saya. Saya bangun pagi ini dan meraih buku <a href="http://www.kutukutubuku.com/product5863/product_info.html">Leaving Microsoft to Change the World</a>, sebuah memoir dari John Wood. Beberapa waktu yang lalu, saya melihat laki-laki tampan ini di Oprah. Dia adalah seorang eksekutif di Microsoft yang akhirnya memutuskan keluar dari segala kemapanan, untuk memenuhi &lsquo;panggilan&rsquo; hidupnya untuk membantu sesama. Saat ini organisasi yang ia dirikan (<a href="http://www.roomtoread.org/">Room to Read</a>), telah mendirikan lebih dari 3000 perpustakaan dan sekolah (and counting) di berbagai wilayah di Asia.<br /> <br /> Petualangan John dimulai saat ia akhirnya dapat berlibur di Nepal sebagai backpacker setelah menghadapi kehidupan serba cepat serba kompetitif di Microsoft. Saat itu ia bertemu dengan penduduk lokal yang memperkenalkannya kepada pendidikan di Nepal. <br /> <br /> Ia begitu heran saat mengetahui di sebuah sekolah terpencil yang dikunjunginya, tidak ada satupun buku yang dapat dilihatnya di perpustakaan. Saat ditanya, sang kepala sekolah langsung mengeluarkan kunci untuk membuka lemari. Ternyata saking berharganya buku-buku itu dikunci di dalam lemari agar tidak rusak oleh tangan murid. <br /> <br /> <span style="font-style: italic">This reminds me a lot akan perpustakaan yang tidak pernah gue nikmati di kampus gue, Universitas Gunadarma. Gue nggak tau sekarang ya, tapi dulu, gue literally harus memilih buku dari sederet kertas-kertas usang di dalam laci berisi judul buku dan nama pengarang. Bukunya? Ada di balik tembok kaca di belakang tubuh para librarian. We can only watch with sparkling eyes dari luar :D&nbsp; </span><br /> <br /> Back to John Wood, saat lemari di buka, ternyata di sana hanya terlihat buku-buku novel percintaan, buku lonely planet usang, dan beberapa buku lain yang tampaknya hanya merupakan sampah milik backpacker asing yang memang banyak berseliweran di Nepal. John Wood pergi meninggalkan sekolah itu dengan banyak pikiran di kepalanya dan sebuah permintaan dari sang kepala sekolah, <span style="font-weight: bold">&ldquo;Barangkali, Pak, suatu hari Anda akan kembali dengan buku-buku.&rdquo; </span><br /> <br /> John Wood pun mulai menulis email tentang hal ini kepada seluruh contacts di emailnya, dan responnya ternyata luar biasa. Efek bola salju akan email yang diforward telah berhasil mengumpulkan sekitar 3000 buku dan bantuan uang ribuan dollar. <br /> <br /> Setelah itu, perlu beberapa bulan bagi John Wood untuk kemudian mantap dengan panggilan hidupnya. Ia meninggalkan kemapanan di Microsoft dan meninggalkan wanita yang dicintai, namun memiliki visi hidup yang berbeda dengannya, untuk mulai merubah dunia. <br /> <br /> Meski dipandang dengan skeptis pertama kali dengan pikiran besarnya untuk membangun jutaan perpustakaan, namun sedikit demi sedikit John membuktikan komitmennya. <br /> <br /> Saya terkesan dengan cerita John tentang seorang anak di Vietnam yang bernama Vu yang ia temui saat ia sedang berlibur. Vu sangat cerdas dan di tempat kursus komputernya, dia salah satu yang terbaik. Vu menyadari dia harus lebih banyak berlatih untuk dapat lebih mendalami komputer. Namun untuk berlatih, Vu harus membayar 1000 dong atau sekitar 10 sen per jam. <br /> <br /> Dengan uangnya, Vu hanya bisa berlatih selama 4 jam seminggu, padahal ia berharap lebih. John tercenung. Ternyata dengan 10 sen, itu sudah cukup untuk membantu seorang anak mendapatkan pendidikan lebih memadai. <br /> <br /> Silahkan lanjutkan baca kisah Vu di bukunya, sangat menarik tentang bagaimana setelah 8 tahun Vu dapat sukses menjadi &lsquo;orang&rsquo; di Vietnam, dan bagaimana uang $20 dari John telah membantu merealisasikan hal itu. <span style="font-weight: bold">Sedikit uang yang Anda pikir tidak berarti, mampu merubah hidup orang lain.</span> Begitu kira-kira pesan Wood. <br /> <br /> Meskipun di buku itu ada beberapa &lsquo;keluh kesah&rsquo; John Wood soal dirinya yang tidak digaji bertahun-tahun (Dia mengandalkan tabungan dan sahamnya di Microsoft yang nilainya terus menurun), tidak punya rumah (John mampu membeli rumah namun ia hanya mampu membeli rumah yang jauh dari kantor Room to Read dan dia memilih untuk terus menyewa), tidak punya pacar (karena kesibukannya di organisasi), namun ia menyadari sesuatu,<br /> <br /> &nbsp;&ldquo;Saya telah menemukan satu hal yang saya inginkan &ndash; sebuah karier yang bermakna dan tentang hal ini saya merasakan gairah. <span style="font-weight: bold">Setiap bangun saya ingin sekali melompat dari tempat tidur dan pergi ke kantor, dan saya bersemangat untuk hal apa saja yang hari itu saya kerjakan. Itulah kemewahan yang langka di dunia ini.</span>&rdquo;<br /> <br /> Dan saya setuju sekali dengannya.</span><br /> </span></span></span>]]></description>
		<link>http://tabulas.com/~salsabeela/1490920.html</link>
		<guid isPermaLink="true">http://tabulas.com/~salsabeela/1490920.html</guid>
		<pubDate>Thu, 25 Oct 2007 13:05:21 +0000</pubDate>
	</item>
	<item>
		<title>Facts About Andrea Hirata</title>
		<description><![CDATA[<span class="insertedphoto"><img border="0" class="alignmiddle" src="http://img249.imageshack.us/img249/8093/dsc00340ky5.jpg" /><br /></span><br /> Aduh sudah lama banget waktu itu ngobrol sama the famous <a href="http://sastrabelitong.multiply.com/">Andrea Hirata</a> (Bandung, February 2007), rencananya ini mau buat <a href="http://www.kutukutubuku.com/meetwriters.html">&lsquo;Meet The Writer&rsquo; Section di kutukutubuku.com</a>, tapi sayang, tulisan yang gue tulis malah nggak jelas (nggak bisa steno... secara gue wartawan palsu). Nulisnya juga di kertas sembarang gitu (maklum nggak niat wawancara tapi lucky enough to meet this great writer), jadi kertasnya sempat ketlingsut entah kemana dalam waktu yang lumayan lama (sampai kemaren beres-beres kamar dan nemu. EUREKA!). <br /> <br /> <span style="font-weight: bold">So&hellip; here&rsquo;s some of the facts about Andrea Hirata and his books:</span><br /> <ul><li>Laskar Pelangi ditulis pertama kali sebagai hadiah untuk gurunya (Bu Muslimah) yang saat itu sedang sakit pada tahun 2005. Namun, saat itu teman Andrea yang membaca tulisan itu, diam-diam mengirimkannya ke penerbit. And the rest is history.</li><li>Kesuksesan buku-bukunya ini tentu saja menghasilkan materi yang tidak sedikit, tapi Andrea Hirata tidak tertarik dengan uang dan ketenaran. Namun ia merasa punya kewajiban untuk menjelaskan karya dan misinya.</li><li>Dan apakah misinya itu? Misinya untuk memberitahu pada dunia bahwa penulis bisa mengilhami, agar orang tidak takut merasa sendirian di dunia ini, dan agar orang dapat melihat kekuatan di dalam dirinya. Everyone is somebody.</li><li><a href="http://www.kutukutubuku.com/product5720/product_info.html">Laskar pelangi</a> ditulis dalam 3 minggu, <a href="http://www.kutukutubuku.com/product5721/product_info.html">Sang Pemimpi</a> dalam 4 minggu, <a href="http://www.kutukutubuku.com/product5722/product_info.html">Edensor</a> dalam 6 minggu, dan Maryamah Karpov (belum keluar) dalam 3 minggu. </li><li>Saat ditanya tentang genre bukunya yang &lsquo;nyastra&rsquo;, Andrea Hirata balik bertanya, &ldquo;Tulisan apa yang di definisikan sastra? Kalau kita baca suatu kalimat indah, itu lebih dari sekedar definisi sastra di buku. It&rsquo;s the way we feel!&rdquo;</li><li>Lintang, teman Ikal dalam Laskar Pelangi, saat ini masih menyupir truk dan memiliki 2 anak.</li><li>Edensor adalah sebuah desa di Inggris. Novel Edensor adalah refleksi dari mimpi masa remajanya dan realisasi dari keinginannya keliling Eropa.</li><li>Laskar Pelangi dah ada plan untuk di-film-in. Katanya dah ngobrol dengan Riri Reza.</li><li>Buku favorite yang kelar dibaca dalam sekali nafas adalah <a href="http://www.amazon.co.uk/If-Only-They-Could-Talk/dp/0330237837">If Only They Could Talk by James Herriot</a><br />   </li><li>Andrea Hirata kadang-kadang merasakan tangannya kurang cepat menulis dibanding kecepatan pikiran di otaknya. </li><li>Untuk selalu terinspirasi, Andrea Hirata menyarankan kita untuk mengasah sensitivitas, dengan cara melihat suatu hal dari sudut atau angle yang tidak dilihat orang kebanyakan. </li></ul> Demikianlah point of facts Andrea Hirata. I know I know, ngobrolnya satu jam masa Cuma gitu doang hasilnya haha&hellip; gue juga kecewa dengan diri gue sendiri, tapi yang jelas, kalau dapet chance untuk ketemu dia lagi, pasti gue rekam every single detail pake handycam hahaha. <br /> <br /> To me, Andrea Hirata is such an inspiration, dan gue <font size="5"><span style="font-weight: bold">menyesal </span></font>dan memohon kepada Tuhan agar waktu dikembalikan sehingga gue bisa nonton Laskar Pelangi di <a href="http://www.kickandy.com/">Kick Andy</a>!!!! Gosh!!! Somebody, please upload it to YouTube!<br /> <br /> Oh ya jangan lupa, bagi yang belum baca, <a href="http://www.kutukutubuku.com/advanced_search_result.php?keywords=andrea+hirata&amp;x=0&amp;y=0">get Andrea Hirata's Books only on Kutukutubuku.com</a><br />   ]]></description>
		<link>http://tabulas.com/~salsabeela/1490225.html</link>
		<guid isPermaLink="true">http://tabulas.com/~salsabeela/1490225.html</guid>
		<pubDate>Tue, 23 Oct 2007 14:24:21 +0000</pubDate>
	</item>
	<item>
		<title>South East Asia Trip: Phuket</title>
		<description><![CDATA[<span class="insertedphoto"> <span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto" /><span class="insertedphoto" /><img border="0" class="alignmiddle" src="http://img515.imageshack.us/img515/766/p1060801nc3.jpg" /></span></span> </span><span class="insertedphoto" /><br /> Setelah perjalanan selama kurang lebih 45 menit di pesawat, akhirnya kami tiba di Bandara Internasional Phuket. Nggak sabar banget rasanya pengen mengecap keindahan pulau ini. Gue dah super excited. <br /> <br /> Setelah mendarat, langsung dihadapkan sama a whole different language. Kalau di Malaysia masih bisa ngerti bahasanya, sekarang dah totally blank. Papan penunjuk di airport juga udah mulai pake tulisan Thailand yang meliuk-liuk. <span style="font-weight: bold">Welcome&hellip; to Thailand!! </span><br /> <br /> <span style="font-weight: bold">Booking Hotel</span><br /> <br /> Langkah pertama kita setelah sampai adalah mencari hotel. Kita langsung merapat pada agen hotel yang memang banyak terdapat di dalam Bandara. Setelah mengingat dan menimbang budget dan lokasi yang kita inginkan, akhirnya kita memilih nginep di area Patong Beach (Kalo di Bali, kayak daerah Pantai Kuta-nya gitu), tepatnya di <span style="font-weight: bold">Andaman Resort</span> dengan tarif 750 Baht semalam. Kita pesan untuk dua malam. <br /> <br /> Trus gue iseng-iseng tanya ke tempat lain. Bueh. Ternyata di agen lain Andaman Resort Cuma 700 Baht semalam. Dan akhirnya pesen hotel lain di agen itu, biar ganti suasana aja. Booking Bel Aire Resort 2 malam juga untuk 800 Baht. Lebih mahal sih, tapi tempatnya lebih bagus. Ya gpp for the sake of experience. Oh ya, 1 Baht itu sekitar 300 Rupiah. Jadi kaliin aja ya :D<br /> <br /> Setelah dapet tempat nginep, kita jalan keluar. Untuk ke daerah <span style="font-weight: bold">Patong Beach</span>, kita memutuskan untuk naik <span style="font-weight: bold">Taxi Meter</span>. Sayangnya antrian lumayan dan armada taksinya kurang. Terpaksa kita duduk di emperan sambil nunggu taksi dateng. Tarifnya 420 Baht dari Bandara sampai ke Patong Beach. <br /> <br /> <span style="font-weight: bold">Low Money</span><br /> <br /> Pas lagi nunggu taksi, ada orang Thailand nggak jelas gitu nawarin taksi limosine (taksi yang lebih mahal lah), trus kita gak mau. Trus dia tanya, &ldquo;Where are you from?&rdquo;, kita bilang, &ldquo;Indonesia.&rdquo; Trus dia bilang, &ldquo;Ah&hellip; Indonesia&hellip; Low money a&hellip;!&rdquo;. <br /> <br /> Low Money? What the&hellip;?? <br /> <br /> Gue ngelirik dia dengan tatapan nggak ngerti. Maksod lo? Tapi gue diam aja. Gue lihat teman-teman gue juga pada bingung mau ngomong apa. Trus dia ngeliat kita diam, ngomong lagi, &ldquo;Low money&hellip;,&rdquo; sambil menggoyang-goyangkan tangannya di dekat dengkul. Gue lihat tampang bataknya Mery sudah mulai keluar. Kalo orang itu lebih lama lagi di situ mungkin Mery sudah akan menggorengnya bulat-bulat. <br /> <br /> <span style="font-weight: bold">Patong Beach Area</span><br /> <br /> Untung nggak lama taksinya datang. Hari itu cuaca nggak begitu bagus. Hujan rintik-rintik dan mendung. Gray banget. Tapi kita tetep excited. Kita semangat naik ke taksi, dan taksi pun meluncur membelah jalanan Phuket. Phuket ini berbukit-bukit dan reminds me a lot akan perjalanan dari Gilimanuk ke Denpasar. Kita melewati beberapa Wat (kuil) khas Thailand yang bikin suasana serasa di Thailand. Selain itu mah, rasanya kayak lagi di Purbalingga hehe. <br /> Mirip banget lingkungan dan suasananya sama Indonesia. HUP. Taksi menaiki tanjakan lagi dan berliku agak tinggi, tapi di ujungnya, seperti pencerahan, gue bisa melihat hamparan gedung dan PANTAI. Akhirnya&hellip; setelah satu jam perjalanan kami tiba juga di daerah Patong Beach! <br /> <br /> <span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><img border="0" class="alignmiddle" src="http://img134.imageshack.us/img134/8859/p1060829at3.jpg" /></span></span><br /> Ketika akhirnya sampai di Andaman Resort, kita udah lega banget. Kita langsung Check in deh. <br /> <br /> <span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><img border="0" class="alignmiddle" src="http://img135.imageshack.us/img135/2065/p1060848yw2.jpg" /></span></span></span></span><br /> <span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><img border="0" class="alignmiddle" src="http://img101.imageshack.us/img101/7618/p1060853rq4.jpg" /></span></span></span></span></span><br /> <br /> Akhirnya&hellip; bisa istirahat sejenak&hellip; mandi&hellip; dan- <br /> <br /> APA. <span style="font-weight: bold">NAIK TANGGA? </span><br /> <br /> Yap. Di hotel ini tidak ada lift dan gue harus manjat dengan backpack gue ke kamar gue di lantai 4. Gue sama Mery di sana. Sedangkan Angel dan Kitin menempati kamar di lantai 2. Ini tentu saja tidak akan terasa melelahkan jika gue tidak lagi kecapekan banget! <br /> <br /> Sampai di kamar, gue seneng ngelihat kondisi kamarnya yang cozy dan bersih. Mery mandi duluan, trus baru gue. Kita siap-siap buat dinner. <br /> <br /> Berempat kita jalan keluar menyusuri Soi Sansabai (jalan tempat hotel kita berada), tempat yang strategis banget buat nginep di Patong Beach. <br /> <br /> <span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><img border="0" class="alignmiddle" src="http://img155.imageshack.us/img155/2531/p1060927xy4.jpg" /></span></span></span></span></span></span></span></span></span></span><br /> <span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><img border="0" class="alignmiddle" src="http://img139.imageshack.us/img139/8316/p1060846xw0.jpg" /></span></span></span><br /> <br /> <span style="font-weight: bold">Makan Tom Yam di Thailand</span><br /> <br /> <span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><img border="0" class="alignmiddle" src="http://img98.imageshack.us/img98/79/p1060868fc6.jpg" /></span></span></span></span></span></span><br /> <br /> Di jalan protokolnya, kita lanjut jalan ke arah tempat makan outdoor yang tadi kita lihat pas di taksi. Di sana, di pinggir jalan beratapkan bintang-bintang, kita bisa makan berbagai jenis seafood yang lezat. <br /> <br /> Kita langsung ambil posisi. Pilih kepiting, udang, kerang, kangkung balacan (kangkungnya aneh di sini&hellip; yang dimasak adalah batangnya. Dan gede-gede. Batangnya! Tanpa daon sama sekali) dan nggak ketinggalan, the famous Tom Yam Gung.<br /> <br /> <div style="text-align: center"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><img border="0" class="alignmiddle" src="http://img84.imageshack.us/img84/4007/p1060865pt1.jpg" /></span></span></span></span></span></span></span></div> <br /> Inilah makan malam kalap kami yang pertama di Thailand. Menghabiskan lebih dari 1000 Baht, kita enjoy banget dengan makanannya. Terutama Tom Yam yang begitu makan langsung bikin ketagihan. <br /> <br /> <div style="text-align: center"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><img border="0" class="alignmiddle" src="http://img155.imageshack.us/img155/3707/p1060888ec4.jpg" /></span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></div> <br /> Emang beda banget Tom Yam-nya. Hampir di setiap Dinner di Thailand, kita pesan Tom Yam. Dan rasanya selalu berbeda-beda, namun semuanya super enak. Satu-satunya Tom Yam yang rasanya paling nggak enak kita makan di Bangkok. Tapi itu juga masih lebih enak dibandingkan Tom Yam di Jakarta. (Ya iyalah hehe)<br /> <br /> Selesai makan, gue langsung cari kartu perdana. Biar bisa komunikasi sama Goldy dan ortu. Gue dapet kartu perdana Happy dan gue isi 100 Baht. Dapet buat nelpon dan sms dikit. In fact, tiap hari gue isi pulsa minimal 100 Baht. Bikin rugi juga sih. <br /> <br /> FYI, susah banget dapetin kartu perdana di Phuket. Nggak tau kenapa deh. Padahal ini kan daerah turis. Di Jakarta, di gang senggol aja perdana ada banyak diobral. Tanya kenapa&hellip;<br /> <br /> <span style="font-weight: bold">Thai Boxing</span><br /> <br /> <span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><img border="0" class="alignmiddle" src="http://img141.imageshack.us/img141/6540/p1060930xh0.jpg" /></span></span></span></span></span></span></span></span></span><br /> <br /> Setelah dapet kartu perdana <span style="font-weight: bold">Happy</span>, kita jalan menuju hotel. Di seberang jalan <span style="font-weight: bold">Soi Sansabai</span> tempat kami menginap, ada gedung Thai Boxing yang menarik perhatian karena berwarna pink ngejreng. Setiap beberapa menit sekali, sebuah mobil box yang membawa petinju-petinju Kick Boxing yang telanjang dada itu, akan lewat sambil ribut mengumumkan jadwal pertandingan. Pengen nonton sih, but, well&hellip; rada mahal untuk turis budget kayak kita haha.<br /> <br /> <span style="font-weight: bold">Jalan Maksiat</span><br />   <br /> Nah, di sebelah gedung <span style="font-weight: bold">Thai Boxing</span>, ada jalan gede yang namanya <span style="font-weight: bold">Bang La Road</span>. Di situ gemerlap banget. Kita jadi pengen lihat ada apa di situ. Dan setelah melihat isinya, belakangan jalan tersebut kita beri nama jalan maksiat. <br /> <br /> <span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><img border="0" class="alignmiddle" src="http://img509.imageshack.us/img509/4240/p1060901nu7.jpg" /></span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></span><br /> <span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><img border="0" class="alignmiddle" src="http://img144.imageshack.us/img144/9365/p1060910mk1.jpg" /></span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></span><br /> Kalau ada yang bilang wisata Thailand itu identik dengan wisata seks, mungkin benar juga. Di Bang La Road ini, semua hal yang mustahil gue lihat di Jakarta (or anywhere else in the world), terlihat dengan jelas. Bar-bar terbuka menampilkan wanita-wanita yang menari di atas meja dengan mengundang. Belum lagi godaan para she-male alias banci yang rata-rata pada cantik banget (jauh lebih cantik dari gue dah pokoknya). Trus cewek-cewek di sini pake bajunya nggak ada yang lebih dari bahan satu meter alias kurang bahan. Minuman keras dan tubuh wanita di sini menjadi hal yang wajar banget. <br /> <br /> Gue yang berjilbab, Kitin yang anak Gereja, Angel yang imut alim manis dan Mery yang &lsquo;budiman&rsquo; jadi melongo melihat era jahiliyah kayak gini. <br /> <br /> But we enjoy it as part of our journey, anyway. Soalnya&hellip; <span style="font-weight: bold">SETIAP MALAM</span> kami kembali ke Bang La Road. Haha&hellip; <br /> <br /> Sebenarnya kita penasaran banget ke Bang La Road untuk mengejar Trinity. Siapa Trinity? Itu nama yang kita berikan untuk seorang She-male yang sangat attraktif dan hilarious. Waktu pertama ketemu dia, dia menggoda dengan gaya Aming tanpa henti. Lucu banget. Trus dia tuh bener-bener know how to dance hehe. Dan dia cantik banget dengan jubah putihnya yang panjang a la Trinity di The Matrix. We&rsquo;re totally in love with her. Tapi sayang sampai kita pulang, Trinity nggak kunjung &lsquo;perform&rsquo; lagi. <br /> <br /> Hari kedua kita breakfast di tempat nggak jauh dari hotel. Pesen sandwich 80 Baht. Pas lagi nunggu sandwich, di setiap sudut resto ada cewek-cewek dengan baju minim. Di sudut sana malah ada yang lagi cium-ciuman dengan mesranya. Bo, ini jam 8 pagi. Dan mereka masih ON aja terus. Bir dan orang mabuk juga masih ada di mana-mana. Nggak betah banget deh di situ. <br /> <br /> Ngomong-ngomong soal orang mabok, baru pertama kali ini gue ngeliat, orang mabok pulang jalan terseok-seok sambil teriak-teriak dan nyanyi-nyanyi gak jelas, trus kesandung batu, trus jatuh klontangan. Mirip kayak di komik-komik. <br /> <br /> Untung kita nggak lama di tempat itu karena dijemput sama orang agen. Kemarin memang kita mendaftar untuk ikut Phi Phi Island tour.  <br /> <br /> Phi Phi Island&hellip; pulau yang menarik kami seperti magnet untuk datang ke Phuket&hellip; pulau lokasi syuting film The Beach-nya Leonardo Dicaprio&hellip; hmmm&hellip; kayak apa ya&hellip; udah nggak sabar&hellip;<br /> <br /> (bersambung)<br /> <br />   </span></span></span>]]></description>
		<link>http://tabulas.com/~salsabeela/1489523.html</link>
		<guid isPermaLink="true">http://tabulas.com/~salsabeela/1489523.html</guid>
		<pubDate>Sun, 21 Oct 2007 15:49:47 +0000</pubDate>
	</item>
	<item>
		<title>Cerita Mudik Part 2: From Purwokerto with Love</title>
		<description><![CDATA[<span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto" /><img border="0" class="alignmiddle" src="http://farm3.static.flickr.com/2265/1590150812_06e357254e.jpg" /><br /></span><br /> <br /> Alhamdulillah sampai juga di Jakarta. Home sweet home :D<br /> <br /> Saat ini baru pulang dari struggle melawan arus balik setelah kurang lebih 3 hari menghabiskan waktu di kampung halaman nyokap. <br /> <br /> Macet dan menderitanya di perjalanan nggak usah ditanya lagi deh hehe. But gue hampir bisa dibilang tidak banyak mengeluh. Kayaknya dulu gue pernah bilang juga. <span style="font-weight: bold">Jika lo pernah melakukan perjalanan dari Jakarta ke Bengkulu naik bis lewat Liwa, maka lo nggak akan pernah lagi mengeluh seumur hidup lo tentang perjalanan lain di dunia ini</span> hahaha&hellip; because that&rsquo;s probably the hardest journey of my adventurous life :D<br /> <br /> Anyway&hellip; gue bangun pagi-paginya di Desa Panembangan, di rumah bude gue yang dekat dengan alam (baca: hutan). Pas mandi juga bisa ngintip pohon-pohon di luar sana. Iya, karena kamar mandinya memiliki ventilasi yang unik. Terdiri dari 4 bolongan segede batu bata yang berada tepat di jarak pandang lo (jadi bukan di atas banget atau di bawah banget, tapi di tengah hehehe). Mungkin awal-awal agak berasa gimana gitu, tapi, you&rsquo;ll get used to it :D<br /> <br /> Oh ya, hari itu hari Lebaran. Dan bokap cabut jam setengah lima pagi jalan kaki ke mesjid. Nyokap bilang, sholat jam setengah tujuh, so, kita-kita santai saja. Gue udah siap, lagi nunggu adek-adek gue, saat sholat Ied DIMULAI. Ternyata mulainya jam 6. Setengah jam lebih cepat dari perkiraan. Dan bisa ditebak, yang sholat Ied akhirnya cuma bokap dan pakde gue. The rest of us? Ya kasian :p<br /> <br /> Setelah sungkem-sungkeman yang nggak berasa sungkem, kita pun nyekar ke makam pakde-pakde yang udah terlebih dahulu meninggalkan kita. Trus jalan ke Purwokerto demi menjemput bude yang lain untuk mengikuti acara keluarga Surawikrama di desa Karanglo. <br /> <br /> Pas dateng ke acara halalbihalal di Karanglo, ternyata begitu kita dateng langsung salam-salaman dan acara kelar. Kebetulan deh. Abis itu langsung nyekar lagi ke makam kakek dan nenek gue. Sempet makan bakso juga (plus pinjam gerobak abang bakso). Enak! <br /> <br /> <span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><img border="0" class="alignmiddle" src="http://farm3.static.flickr.com/2204/1589278857_89cb4283ee.jpg" /></span></span><br /> <br /> Abis nyekar ke kakek nenek, berangkat nyekar lagi ke Pakde di Kracak. Trus mampir di rumah bude yang lain lagi. Di rumah bude yang lain lagi ini terdapat banyak banget jenis tanaman unik-unik. Dan FYI, tanaman-tanaman yang gue liat selama di desa lumayan bagus-bagus loh.<span style="font-weight: bold"> Ada penggemar anthurium gak?</span> Gue sih nggak ngerti menariknya dimana (secara gue nanem kaktus aja mati)&hellip; tapi orang yang hobi bisa mengejarnya hingga harga ratusan juta! Dan kayaknya di desa ini tersembunyi anthurium-anthurium liar (eh ada ga sih anthurium liar? Hehehe) potensial :D *mata ijo*<br /> <br /> The next day, kita siap-siap untuk ikut halal bihalal keluarga Djajadiwangsa. Iyah, ini masih keluarga nyokap. Jadi gue akhirnya &lsquo;nyangkut&rsquo; di dalam dua keluarga besar Surawikrama dan Djajadiwangsa. <br /> <br /> Misteri ini baru terpecahkan beberapa tahun terakhir dalam hidup gue setelah menyimpan kepusingan selama 20 tahun. Selama ini gue selalu wondering, <span style="font-weight: bold">why in the world, my mom has two different families and bunch of brothers and sisters whose names I could never remember?! </span><br /> <br /> Jawabannya simple, kakek gue kawin lagi. :D<br /> <br /> Ceritanya kakek dan nenek gue, sebelum merit, adalah janda dan duda yang ditinggal mati pasangannya. Masing-masing dari mereka telah memiliki anak dari perkawinan terdahulu. Alhasil, begitu merit, nyokap gue telah menjadi bagian dari mereka juga. Sehingga kalo di tanya, jumlah sodara nyokap gue bisa ampe belasan. Tapi sebenernya yang kandung hanya satu (sudah meninggal long ago karena kecelakaan) dan ada yang twin meninggal saat bayi. Well, semoga nggak salah inget deh ceritanya :p Pokoknya intinya begitu :p<br /> <br /> Tiap tahun, pasti tercetus keinginan dari nyokap gue and family untuk bikin silsilah keluarga, tapi entah kenapa nggak pernah ditindaklanjuti. Padahal ini penting banget, terutama akan sangat membantu gue dalam menelusuri asal usul gue. I can see myself building my mom&rsquo;s village, but still figure out how :)<br /> <br /> The next day, sudah hari bebas. Kita bebas mau ngapain aja. Kebetulan sepupu gue, Mbak Yuni, baru buka salon di Desa Karangsari. Rame banget katanya. Dari jam setengah 6 pagi hingga jam setengah 11 malem terus dipadati pengunjung!! Bused :D <br /> <br /> Hari itu gue akhirnya minta potong rambut dan creambath yang dipegang secara ekslusif sama pemiliknya sendiri hehe :D <br /> <br /> Sementara itu bokap gue mancing di kolam belakang rumahnya Mbak Yuni. Dapet gurame gede banget 2 ekor, sorenya digoreng dan dimasak asem manis. Enak buanget! <br /> <br /> Ngomong-ngomong soal makanan, <span style="font-weight: bold">makanan Purwokerto (dan sekitarnya) yang paling gue favorite-in kalo pulang</span> adalah <br /> <ol><li><span style="font-weight: bold">Dage</span> (kayak tempe yang dibuat dari ampas tahu&hellip; enak banget dimakan panas-panas)</li><li><span style="font-weight: bold">Ikan Melem</span> (Ikannya sih kecil, tapi telurnya bisa berukuran setengah dari badannya!! Duh gue terharu banget ngeliatnya. Soalnya makan kepiting yang mahal itu aja belon tentu gue dapet telornya hehe)</li><li><span style="font-weight: bold">Mendoan</span> (Penghasil tempe gitu loh)</li><li><span style="font-weight: bold">Es Kelapa Muda</span> (Muda banget&hellip; asli deh&hellip; nggak ada yang kayak gini di Jakarta)</li><li><span style="font-weight: bold">Sroto Jalan Bank</span> (Ga ngerti bedanya apa dari soto ayam biasa, tapi yang jelas nagih)</li></ol> <br /> Duh laper deh gue&hellip; :D<br /> <br /> Setelah mudik, gue and family ke Bandung belanja belanji seperti biasa. Heaven deh, soalnya ngajak Ifa, Mbak gue yang tidak mudik, sehingga bisa maksa dia belajar bikin Chicken Cordon Bleu favorite gue pas makan di Kartika Sari, dan bisa minta bawain belanjaan yang secara kalap gue ambil waktu di FO (harus diraup dulu semuanya, trus pas dicobain satu demi satu berguguran haha biasa deh masalah size :p)<br /> <br /> Bahagia juga karena Pak Tijan is available to drive for us lebaran ini sehingga semua berjalan dengan lebih aman, nyaman dan lancar. <br /> <br /> I thank Allah SWT untuk semua kebahagiaan lebaran yang gue rasakan tahun ini. <br /> <br /> <a href="http://www.flickr.com/photos/salsabeela">More pictures check out here&hellip;</a> <br />   </span>]]></description>
		<link>http://tabulas.com/~salsabeela/1488383.html</link>
		<guid isPermaLink="true">http://tabulas.com/~salsabeela/1488383.html</guid>
		<pubDate>Thu, 18 Oct 2007 08:03:11 +0000</pubDate>
	</item>
	<item>
		<title>Catatan Mudik Hari Pertama: Buku-buku hebat itu</title>
		<description><![CDATA[<p><span class="insertedphoto" /><span class="insertedphoto" /><span style="font-weight: bold" />Alhamdulillah sampai juga gue di kampung halaman nyokap di Desa Panembangan, Ajibarang, Jawa Tengah (pokoknya dekat Purwokerto deh), setelah perjalanan panjang kurang lebih 14 jam mengarungi jalan yang dilalui ratusan pemudik lain sehingga terpaksa merayap lebih dari 5 jam menyusuri jalan sekitar Jawa Barat.<br /><br /> Awalnya di mobil gue tidur. Dengan bantuan BioFIR, gue tidur nyenyak sekitar satu jam. Trus bangun dan mati gaya dan kemudian mulai pake iPod dan ngedengerin Mp3 yang sengaja gue download kemarin. Ada Ain&rsquo;t No Sunshine (Lighthouse Family), Simply The Best (Tina Turner), Isn&rsquo;t She Lovely (Stevie Wonder), Bridge Over Troubled Water (Ada 4 versi, versi asli dari Simon &amp; Garfunkel, Clay Aiken, Bon Jovi dan Johny Cash. Why I have like 4 versions? It&rsquo;s just for sentimental reason :p), hmmm apalagi ya di playlist gue&hellip; pokoknya all my favorites were there. Sampai akhirnya gue bosen denger lagu. Dan mengambil buku dari tas.  <br /> <br /> <span class="insertedphoto"><img border="0" class="alignleft" src="http://www.kutukutubuku.com/images/biografi/edensor.jpg" /></span></p> <p>It&rsquo;s Edensor. Buku ketiga-nya Andrea Hirata. Sebenernya buku ini sudah ngendon lama di rak buku gue. Tapi baru kali ini gue memutuskan untuk baca. Gue memang suka save the best for last ï <br /> <br /> Mulai dari awal, seperti biasa, Andrea atau Ikal berhasil memukau gue. Gaya bahasanya membuat pikiran gue traveling kemanapun dia bercerita. Diawali dengan kisah Belitongnya, tentang orang-orang yang menginspirasinya, tentang bagaimana ia mendapatkan namanya (pantas, gue merasa heran kalau nama orang Melayu tapi tidak berbau Islam sama sekali), tentang kuliahnya di Sorbonne (bagian yang paling memikat adalah saat Ikal dan Arai pertama kali melihat Menara Eiffel&hellip; pada bagian ini gue mengakui, pada saat membuat Je M&rsquo;appelle Lintang, tak terpikir untuk menggambarkan Menara Eiffel seperti Ikal menggambarkannya dengan sempurna&hellip; bravo!), tentang perjalanan nekat backpackingnya keliling Eropa dan sebagian Afrika. Duh rasanya ingin nyemplung ikut berpetualang bersama Ikal dan Arai! <br /> <br /> Gue mengagumi Andrea yang tak hanya berhasil menuliskan kisah hidupnya dengan &lsquo;nyastra&rsquo; tapi juga mudah dibaca, memberikan inspirasi luar biasa tentang impian, memberikan pelajaran besar tentang kehidupan dan berhasil membuat gue tertawa terbahak-bahak membaca &lsquo;pelajaran&rsquo; yang didapatkan Arai di sebuah mesjid di Eropa. <br /> <br /> Gue menutup Edensor dengan tersenyum. Tapi macet masih panjang. <br /> <br /> <span class="insertedphoto"><img border="0" class="alignleft" src="http://indoupload.net/files/11298/anak_singkong.jpg" /></span></p> <p>Untung gue bawa buku satu lagi. Kisah hidup juga. Biografi dari Dr. H. Bambang Marsono BA. MA. MM. MSc. MBA. PhD (hehe mudah-mudahan nggak salah nulis gelarnya ya Om&hellip; banyak bener&hellip;), yang tak lain dan tak bukan adalah ayah dari The Famous <a href="http://chandramarsono.blogspot.com/">Chandra Marsono</a> :D<br /> <br /> Beruntung beberapa waktu yang lalu memang sempat kenalan dengan papanya Chandra, ngobrol-ngobrol soal buku. Trus beliau ngasih gue buku biografi yang ditulis, diedit, di-design sampulnya, dan diurus tata letaknya BY HIMSELF hehehe. Keren deh Pak Bambang Marsono ini.    <br /> <br /> Seperti Edensor, gue juga menunggu waktu yang tepat untuk baca buku yang lumayan tebal ini. Dan gue sama sekali nggak menyesal menunda untuk membacanya. Dengan membaca di saat-saat diperlukan seperti sekarang ini, gue merasa lebih &lsquo;khusyu&rsquo; aja. <br /> <br /> Dalam biografinya, Pak Bambang menceritakan berbagai aspek dalam kehidupannya. Dimulai dengan gebrakannya yang bercerita tentang seorang anak kecil yang mengambil permainan judi yang sedang dimainkan di sebuah rumah tetangga dan dibuang ke halaman, hanya untuk membawa Ayahnya pulang ke rumah. Anak kecil itu adalah Pak Bambang sendiri. Keberanian seperti ini yang ditunjukkan secara konstan di dalam kisah hidupnya. <br /> <br /> Teringat keberanian Andrea dalam menghadapi hidup, dalam Edensor, gue cuplik sedikit kata-katanya:<br /> <br /> <span style="font-style: italic">Pekerjaan itu tidak memberikanku kelimpahan, tapi memberi keamanan financial dan kehidupan yang itu-itu saja, demikian gampang diramalkan kesudahannya. Aku terjamin secara sederhana, terlindung oleh sistem, stabil secara psikologis, mapan secara social, dan semua itu membuatku bosan. </span><br /> <br /> <span style="font-style: italic">Aku ingin hidup mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains.</span><br /> <br /> <span style="font-style: italic">Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup!</span><br /> <br /> Senada dengan Andrea, Pak Bambang memutuskan untuk mendedikasikan hidupnya pada dunia pendidikan. Padahal saat itu ia sudah bekerja mapan, dengan gaji 6x gaji dokter hewan, di sebuah perusahaan advertising besar, mitra Unilever. Namun ia memutuskan untuk keluar dan fokus membesarkan Oxford Course Indonesia yang ia dirikan. Setelah itu, ia pun mulai mendirikan lembaga pendidikan lainnya seperti Universitas Satyagama, STIE Trianandra, STIE Trianandra Kartasura, ABA Prawira Martha dan masih banyak lagi. <br /> <br /> Dari buku Pak Bambang, gue dapat banyak banget. Mulai dari kiat bisnis, membesarkan usaha sendiri, tips untuk mendapatkan banyak sahabat, hingga cerita spiritual saat beliau naik haji. Very inspiring. <br /> <br /> Dan kepada kedua penulis yang bukunya sudah gue baca sepanjang perjalanan, <span style="font-style: italic">thank you so much, for making me a better person</span>.   <br /> <br /> <a href="http://www.kutukutubuku.com/product5722/product_info.html">Edensor bisa dibeli di kutukutubuku.com</a>, sedangkan bukunya Pak Bambang yang berjudul <span style="font-weight: bold">Anak Singkong Jadi Raja</span> itu belum diperjualbelikan (hanya beredar di kalangan sendiri). Jika ada yang penasaran pingin baca, silahkan mendesak penerbit komersial untuk menerbitkannya hehe. Jika ada penerbit yang nggak sabar ingin menerbitkan bukunya Pak Bambang, silahkan hubungi saya via email auliah5 at gmail.com atau langsung ke Chandra Marsono di chandramarsono at gmail.com<br /> <br /> Lanjutan cerita mudiknya nanti ya :) Lebih seru!<br />   </p>  </span></span></span>]]></description>
		<link>http://tabulas.com/~salsabeela/1487889.html</link>
		<guid isPermaLink="true">http://tabulas.com/~salsabeela/1487889.html</guid>
		<pubDate>Thu, 11 Oct 2007 20:04:00 +0000</pubDate>
	</item>
	<item>
		<title>Selamat Idul Fitri 1428H</title>
		<description><![CDATA[ <span class="insertedphoto"><img border="0" class="alignmiddle" src="http://indoupload.net/files/11298/kartu_lebaran.jpg" /><br /><br />Ps: Gue besok jadi mudik ke Purwokerto... errr... ke sebuah desa di dekat Purwokerto... err... jika satu jam perjalanan lancar bisa disebut dekat...<br /><br /></span>   ]]></description>
		<link>http://tabulas.com/~salsabeela/1485975.html</link>
		<guid isPermaLink="true">http://tabulas.com/~salsabeela/1485975.html</guid>
		<pubDate>Thu, 11 Oct 2007 13:42:24 +0000</pubDate>
	</item>
	<item>
		<title>Tentang Heartyboutique.com</title>
		<description><![CDATA[<span class="insertedphoto"></span><span class="insertedphoto">Mau cerita dikit soal <a href="http://www.heartyboutique.com/">heartyboutique.com</a>. Butik ini sebenarnya gue bikin karena gue pengen punya label sendiri dan pengen jadi fashion designer (iya, kayak tokoh Lintang yang gue buat di <a href="http://www.kutukutubuku.com/product3053/product_info.html">Je M'appelle Lintang</a>). <br /> <br /> Trus setelah gue dapet toko di ITC Permata Hijau (Lt. 2 Blok D5 No. 9), ada <a href="http://www.heartyboutique.com/">online store</a>-nya, dan semua udah running dengan smooth (My Mother, Hearty, as Director and my brother, Alif, as Manager), gue sendiri mulai agak-agak 'ngelepas' heartyboutique. Kadang-kadang aja mampir ke toko offline-nya buat bantuin jualan dengan mempraktekkan teknik-teknik sales praktis yang gue baca dari buku <a href="http://www.kutukutubuku.com/product5257/product_info.html">Positive Business Idea-nya James Gwee</a> atau terima telepon di Hotline. Seru :D<br /> <br /> Maka alangkah kagetnya saat gue iseng-iseng ketik 'Butik Online' di Google, ternyata heartyboutique.com berada di urutan pertama. Rasanya gue terharu banget. My baby sudah tumbuh and makes mommy proud...<br /> <br /> </span><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><img border="0" class="alignmiddle" src="http://indoupload.net/files/11298/hearty_number_1.gif" /><br /> <br /> <div style="text-align: left">Pengennya sih dalam waktu deket ini belajar Fashion Design and mulai produksi sendiri. Doakan ya :) <br /> <br /> Kalo ada masukan pengen jilbab yang kayak gimana atau baju muslim yang kayak gimana, just let me know. :) <br /> <br /> Oh ya, beli baju lebaran di <a href="http://www.heartyboutique.com/">Hearty Boutique</a> aja :) <br /> <br /> Trus kalau ada yang pengen nyemplung di bisnis online juga, silahkan share ke auliah5 at gmail.com :) See You!<br /> </div> </span></span><br />   ]]></description>
		<link>http://tabulas.com/~salsabeela/1483397.html</link>
		<guid isPermaLink="true">http://tabulas.com/~salsabeela/1483397.html</guid>
		<pubDate>Thu, 04 Oct 2007 08:06:24 +0000</pubDate>
	</item>
</channel>
</rss>